Jumat, 30 Maret 2018

Dikabarkan Cedera Akibat Main Bola di Penjara, Tevez: Berita Itu Hoax

BUENOS AIRES, iNews.id - Striker Boca Juniors Carlos Tevez menampik kabar yang memberitakan dirinya cedera akibat bermain sepak bola di kompleks Penjara Bouwer di Kota Cordoba, Argentina Utara. Mantan bomber Juventus itu mengaku saat ini memang tengah mengalami cedera namun akibat latihan di gym.

Sebelumnya Tevez diberitakan bermain sepak bola dadakan dengan para narapidana, usai menjenguk saudara tirinya, Juan Alberto Martinez, yang tengah menjalani hukuman 16 tahun. Kendati begitu, pemain yang sudah mencetak 13 gol untuk tim nasional Argentina itu memastikan kalau berita tersebut hanyalah isapan jempol belaka.

“Saya melakukan latihan fisik di gym pada Rabu pagi (waktu setempat). Saat itu saya merasakan sakit pada betis saya. Akibatnya saya harus memakai perban di kaki dan ternyata ada beberapa orang yang melihat. Disitulah masalah muncul,” kata Tevez dikutip TyC Sports.

“Saya tidak tahu mengapa beberapa orang tak mempercayainya. Mereka (media) mulai berspekulasi cedera itu didapat di lapangan golf atau penjara. Terkadang mereka itu hanya berbicara omong kosong. Tapi saya selalu mengatakan yang sebenarnya,” tutur Tevez menambahkan.

Dia pun berharap para pembaca bisa lebih pintar dan selektif dalam mempercayai sebuah berita yang beredar. Sebab, saat ini sangat mudah bagi seseorang untuk menyebarkan kabar hoax.

“Merupakan tindakan bodoh apabila saya mengizinkan media meliput ke dalam penjara. Kemudian mereka membuat berita palsu tentang cedera saya. Itu tidak mungkin terjadi. Sekarang saatnya untuk diam agar saya bisa fokus untuk pulih dan kembali ke lapangan,” tutur penggawa berusia 34 tahun itu.

Tevez bergabung bersama Boca usai pindah dari klub China Shanghai Shenhua pada 5 Januari silam. Di musim perdananya, striker yang sudah mencetak 13 gol bersama tim nasional Argentina itu belum menunjukkan performa apik. Musim ini, dari 20 pertandingan Boca di Liga Argentina, dia baru tampil lima kali dan mencetak tiga gol.

Walau tak dibantu kontribusi gemilang Tevez, Boca tetap superior berada di puncak klasemen liga dengan raihan 47 poin. Klub yang berjuluk Los Xeneizes itu masih unggul enam angka dari Talleres Cordoba di peringkat kedua.

Selanjutnya, klub yang pernah mengalahkan AC Milan pada final Piala Dunia Antarklub 2003 itu, akan melakoni laga penting kontra Talleres di Stadion Alberto Jose Armando pada 21 April mendatang.

Top 10 Berita Bola: 4 Alumni Barcelona Jadi Pelatih Kelas Dunia

Untuk level pemain, Barcelona melahirkan pemain-pemain hebat seperti Lionel Messi, Carles Puyol, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan lainnya.

Untuk level pelatih, Pep Guardiola bisa dibilang pelatih tersukses lulusan Barcelona. Tidak hanya ketika melatih Barcelona, tangan dinginnya juga memberi kesuksesan kepada Bayern Munchen.

Berita tentang 4 alumni Barcelona yang sukses menjadi pelatih kelas dunia menarik perhatian pembaca kanal bola Liputan6.com pada Kamis (29/3/2018). Berikut daftar lengkap top 10.

Menanti Drama Lain ala Iwan Setiawan di Liga 1 2018

Seorang pelatih dituntut untuk membawa timnya meraih target yang diinginkan manajemen klub. Sesuai dengan kodratnya, ia sudah pasti akan berurusan dengan tetek bengek yang menyangkut tim dan pemain. Tambahan lagi, terkadang tekanan juga datang dari suporter yang menuntut tim bisa tampil bagus, selalu menang, dan tentu saja berprestasi.

Bukti sahih beratnya tugas pelatih bisa dilihat pada kompetisi Liga 1 2018 yang digelar di Indonesia. Sebelum kompetisi resmi diputar, bahkan sudah ada dua orang pelatih yang terpental dari kursinya. Pelatih pertama adalah Gomes de Oliveira (Madura United). Pelatih PSIS Semarang, Subangkit, kemudian menyusul jejak Gomes.

Saat kompetisi mulai, pelatih yang dipecat bertambah lagi. Baru satu kali mendampingi tim dalam pertandingan, Iwan Setiawan harus lengser karena dipecat dari kursi pelatih Pusamania Borneo FC.

Manajemen klub yang mengontrak pelatih memang memiliki hak dan kuasa untuk menentukan nasib sang juru taktik. Namun terkadang kasus pemecatan bisa dipicu oleh hal-hal yang unik. Bahkan terkadang hasil kerja yang pernah dibuat oleh pelatih pada tim asuhannya seperti tak dianggap dan tak bisa menjadi faktor yang bisa menyelamatkan si pelatih.

Gomes dan Subangkit mungkin bisa jadi contoh bagaimana pahitnya keputusan pemecatan yang mereka alami. Apalagi jika merujuk pada apa yang sudah mereka bangun buat tim masing-masing.